(1) UNTUKMU

 UNTUKMU

Alhamdulilah



Untukmu yang aku perjuangkan selama ini tanpa engkau sadari..
Terima kasih telah menjadi inspirasi untuk menuliskan cerita yang bisa aku bagikan kepada sahabat-sahabatku..
Mungkin, tulisan tulisanku mengenai cinta dalam diamku sudah banyak aku curahkan pada mereka namun tidak kepadamu..
Dan semua itu aku jadikan ilmu yang bermanfaat agar sanggup merasakannya tanpa menodai kesucian rasa yang menjadi fitrah setiap manusia yang diberikan Allah, yaitu rasa mencintai..

Untukmu yang selalu aku perhatikan selama ini dari kejauhan..
Terima kasih telah menjadi motivasi untuk memperbaiki diri di sisi-Nya..
Walaupun aku tak tahu apakah kau yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku atau bukan..
Aku berterima kasih, karena dengan mencintaimu dalam diam membuatku lebih mencintai Allah.. 
Karena mencintai itu, belajar mengikhlaskan bukan belajar memiliki..
Karena yang dicintai kepunyaan Allah dan kita disatukan serta dipisahkan atas ijin dan ridho-Nya..

Apa yang ada sebenarnya sudah menjadi takdir kita..
Terkadang, Allah menyembunyikan mentari dan kita gelisah karena kita kehilangan cahaya..
Terkadang, Allah mendatangkan guntur dan kilat lalu kita menjadi tak bersyukur..
Padahal, Allah sedang mempersiapkan pelangi untuk kita..

Jadi, untuk apa kita merasakan kehilangan jika jiwa kita sendiri bukan milik kita?
Apakah pantas hati ini untuk mencintai sesuatu yang belum pasti?
Yang bahkan tak ada seseorang di dunia ini yang tahu kecuali Allah?
Mungkin saja perasaan ini hanyalah sekedar rasa kagum semata..
Bukan perasaaan cinta sebagaimana ayahku mencintai ibuku..
Ya aku tahu itu, dan aku mulai mengerti..
Doaku menyertaimu setelah aku mendoakan kedua orang tuaku..

Untukmu, yang telah menjadi sebagian dari kenanganku..
Terima kasih..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema : Seribu Kisah Blogger Syar'i yang tetap Cool

INFO DAN TIPS UN

BIODATA